Cinta sang Hamba

Cinta Sang Hamba

Ramai orang bertanya, pada diri saya. Apa maksudmu tentang CINTA?

Saya tidak bisa memberi jawapan. Saya menjadi malu bila mahu menerangkan tentangnya. CINTA memberi kesan yang kuat, pada hati dan kehidupan. Sebelum saya menyusun, memberi komen, pada posisi saya tentang CINTA.
Lebih bersih saya ambil untaian bait-bait CINTA dari para alim ulama Rahimahumullah. Posisi mereka di alam CINTA begitu hebat, besar dan luas sekali.
“Para Ulama’ adalah pewaris para Nabi” Jalan cerita mereka tentang CINTA hangat sekali.
CINTA itu mistik, sangat rahsia jalan ceritanya. ALLAH Lebih Tahu krn DIA MAHA CINTA.
———————————————————————————————————–
Cinta |Ibnu Hazm al-Andalus

“Cinta awalnya permainan dan akhirnya kesungguhan. 

Dia tidak dapat dilukiskan, 
tetapi harus dialami agar diketahui.
Agama tidak menolaknya, syariat pun tidak melarangnya.”
 
“Seandainya bukan kerana keyakinan bahawa 
dunia ini adalah tempat ujian dan negeri kekeruhan,
 sedangkan syurga adalah tempat peroleh ganjaran, 
kita akan berkata bahawa hubungan harmonis antara kekasih merupakan 
kebahagiaan tanpa kekeruhan, 
kegembiraan tanpa kesedihan,
 kesempurnaan cinta 
dan puncak harapan.”
 
[Di Bawah Naungan Cinta/Tauqul Hamamah]
———————————————————————————————
Cinta |Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
 
“Dusta orang yang mengaku memiliki dua cinta
Laksana kedustaan al-Manawiyah dalam dasar agama
Tidak ada tempat bagi dua kekasih dalam satu hati
Satu urusan tidak boleh dituntun dari dua sisi”
[Raudhatul Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin]
“ Cinta yang terpuji adalah cinta yang bermanfaat..
iaitu kecintaan yang mendatangkan manfaat bagi pemiliknya..
Di dunia dan di akhiratnya.
Cinta semacam inilah yang menjadi simbol kebahagiaan.
Adapun cinta yang berbahaya adalah yang mendatangkan bahaya baginya..
Di dunia dan di akhiratnya,
Dan itu merupakan simbol kebinasaan dirinya. ”
[ad- Daa’ wa ad-Dawaa’]
—————————————————————————————————-
Cinta |Sheikh Dr. Abdullah Nasih Ulwan
 
Menurut Abdullah Nasih Ulwan, cinta memiliki tiga tingkatan :
– Cinta tingkat tertinggi iaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya.
– Cinta Tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat.
– Cinta tingkat terendah ialah cinta yang lebih mengutamakan cinta kepada keluarga, harta dan masalah dunia dari pada mencintai Allah dan Rasul-Nya
Tiga tingkatan cinta itu berdasarkan Firman Allah Pada surat At-Taubah [9]:24
“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”
(At Taubah | 24)
[Manajeman Cinta/Tentang Cinta]
————————————————————————————————————————
Cinta |Mawlana Jalaluddin ar-Rumi
Jika kilat cinta telah menyambar satu hati, 
maka ketahuilah bahwa ada cinta di hati yang lain
Jika cinta Tuhan telah tumbuh di hatimu, 
tak diragukan lagi Tuhan pasti menaruh cinta kepadamu.
Tak ada suara tepuk tangan yang lahir dari satu tangan
Kebijaksanaan Ilahi adalah takdir 
dan suratan nasib yang membuat kita saling mencintai satu sama lain.
 
Karena takdir itulah, setiap bagian dari dunia ini bertemu dengan pasangannya.
 
Dalam pandangan orang-orang bijak,
langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan;
bumi menumpuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit.
Jika bumi kekurangan panas, maka langit mengirimkan panas kepadanya;
Jika bumi kehilangan kesegaran dan kelembaban, langit segera memulihkannya.Langit memayungi bumi,
layaknya seorang suami yang menafkahi istrinya.
Dan bumipun sibuk dengan urusan rumah tangga;
 ia melahirkan dan menyusui segala yang telah ia lahirkan.
Tak ubahnya bumi dan langit dikaruniai kecerdasan,

karena mereka melaksanakan pekerjaan makhluk yang memiliki kecerdasan.

Andaikan pasangan ini tidak mengecap kenikmatan,

mengapa mereka bersanding seperti sepasang kekasih?
Tanpa bumi, akankah pohon dan bunga bisa berkembang?
Sementara tanpa langit, akankah air dan panas bisa tersediakan?Sebagaimana Tuhan memberikan hasrat pada laki-laki dan perempuan
sehingga dunia menjadi terpelihara oleh kesatuan mereka,
Tuhan juga menanamkan ke semua eksistensi, hasrat untuk mencari belahannya.Siang dan malam nampak bermusuhan; namun keduanya mengabdi pada satu tujuan.
Masing-masing saling mencintai untuk menyempurnakan karya bersama mereka.
Tanpa malam, alam manusia tidak akan punya penghasilan, sehingga tidak ada yang akan dibelanjakan di waktu siang.”
[Matsnawi – Senandung Cinta Abadi]
—————————————————————————————————-
Cinta |Imam Ibnu Athoillah as-Sakandary
 
“Orang yang begitu sangat cinta bukanlah orang yang mengharapkan balasan sesuatu dari pihak yang dicintainya atau 
dia menuntut sesuatu maksud dari pihak yang ia cintai, 
karena orang yang begitu sangat cinta itu ialah orang yang memberi buat anda, bukanlah orang yang begitu sangat cinta itu merupakan orang dimana anda memberi buatnya.”
 
” Tidak ada yang bisa mengusir keinginan atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah SWT yang menggetarkan hati,
atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana.”
 
“Jadikan cintamu pada Allah bagai bumi yang subur, 
di situ tumbuh segala cinta pada selainnya yang membuahkan banyak kebaikan.”
 
[Al-Hikam]
—————————————————————————————————————–
Cinta – Selimutsura
Saya tidak mahu menghukum
Dudukmu itu boleh saja di singgahsana
Boleh juga di lantai kaca
“Siapa yang bijak, duduk dengan mulia.” hikmahnya.
Cinta
Saya belum boleh membahasakan
Urat-urat bibir mudah menyata
Mudah juga mendustakannya
“Seribu kali cinta, sejuta kali cinta, dan seluas langit bumi.” katanya.
 
Cinta
Saya mula mengenal dan tahu
Peri laku terbayang-bayang dan rindu
Bayang Kekasih damai syahdu
“Hu-Allah wa Rasuluhu.” zikirnya.
Cinta
Saya tidak rela terpisah dan dipisah
Pada tautan kasih Ibu ayah
Kesaktian yang membawa ke jannah.
Korban demi sebuah pengorbanan, hingga akhir usia.” Doanya.
Cinta
Saya mahu yang halal penuh kebaikan
Berkelas tinggi bukan murahan
Meneguk secangkir keredhaan.
“…..saya perlu rahsiakan…” simpannya.
Cinta terbentang luas, sejauh mata memandang..
Pada ilmu, perjuangan, alim ulama, kawan-kawan, orang miskin,
bagaimana saya boleh mengukir cinta di bintang?
Tidak mustahilkan?
Cinta
Perlukah saya menerangkan kamu
Saya bukan Dr.Cinta, Saintis Cinta atau Ustaz Cinta
Tetapi saya mahu beritahu,
Cinta harus dipandu
bukan memandu,
Janganlah memandang tinggi pada Cinta,
Tetapi lihatlah pada siapa kita meletakkan Cinta tertinggi.
73_1
Setapak Permai
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s