Kesan Ibu Bapa Sibuk dengan Telefon Pintar terhadap Anak – Anak

a142322603-480x320

Pernahkah kita ambil tahu tentang perasaan anak – anak kecil bila ibu dan bapa sibuk melayan “facebook”, “chat”, “Insta”, “Blog”, “Twit” dan “Telegram” bila bersama mereka???

Apakah anak – anak merasai kehadiran mereka tidak penting???

Satu lakonan semula:

Seorang anak kecil yang comel, sedang bermain – main dan berlari – lari di taman. Sambil bermain gelungsur dan terus ke jongkang – jongket. Ayah yang menjaga terasa “kecomelan” anaknya yang sedang beriadah sendirian. Lalu dia pun tangkap gambar dan “Upload” ke dalam facebook miliknya dan menaip status “Membawa si jantung hati ke taman, meluangkan masa”. Seronok si bapa dengan Likes dan Comments dari teman – teman facebook.

Tetapi anak tersebut tetap bermain seorang.

Lebih membahayakan, kes anak hilang dan terjatuh (shopping mall dll).

Anak – anak adalah harta yang paling berharga. Gelak tawa, tangisan dan rengekan anak – anak juga merupakan terapi yang menenangkan bagi kita semua. Apatah lagi kesibukan ditempat kerja dan bebanan kewangan yang semakin serius diperingkat global dan tempatan yang mencengkam umat dunia masa kini.

Anak – anak adalah masa depan kita, saham akhirat!!! Pepatah Melayu ada menyebut “Melentur buluh biarlah pada rebungnya”. Namun rebung yang halus dan lembut ini tidak dimasak dengan betul dan dalam masa yang sesuai. Respon ibu dan bapa terhadap masalah penggunaan telefon pintar ketika bersama anak – anak adalah serius dan membimbangkan.

11231739_999194583425235_2769374726401902772_n

Proses kematangan anak – anak juga turut tercedera, dengan kerap kali mereka mahukan layanan manja dan belaian, pastinya ibu bapa tidak mengendahkan keberadaan mereka. Pemikiran budak kecil, begitu fokus dan halus dibimbangi dengan kurangnya sentuhan kasih – sayang dan perhatian boleh membantutkan daya keinginan berkasih – sayang mereka terhadap penjaganya.

Ibu bapa, seharusnya mengubah sikap mereka. Masa tumbesar anak – anak adalah singkat dan cepat. Perkembangan otak dan perasaan, memainkan peranan penting menuju kelangsungan  zaman remajanya. Didikan secara formal memang penting tetapi non-formal lebih penting kerana “apa yang mereka lihat dari ibu bapa, itulah jawapan dan ikutan terbaik dalam pandangan mereka”. Sebab itu ada pepatah “Bapa borek, anak rintik.”

Agama Islam jelas – jelas menganjurkan, menanam akidah yang kuat dalam diri anak – anak sejak dari dalam rahim. Jika kita pendamping zikir dan al-Quran, InshaAllah anak – anak juga akan rapat dengan zikir dan al-Quran. Menariknya, kelahiran dalam Islam dimulai azan dengan membesarkan Allah Taala, walaupun secara fizikal tidak nampak kesan luaran tetapi saya yakin jiwa anak – anak adalah sangat halus dan haus dengan nilai – nilai Islam.

Shape your childrens, dari sekarang!!! Jangan pinggirkan mereka, tetapi ambil peduli selagi Allah masih memberi kita masa untuk mendidik mereka dan menyayangi mereka.

Saya kongsikan satu artikel kajian barat berkaitan perkara ini, take it serius!!!

http://m.smartparenting.com.ph/parenting/pinoy-parenting/kids-feel-unimportant-when-parents-spend-too-much-time-on-their-phones-says-study

A global survey revealed that children feel unimportant when their parents spend too much time on their mobile phones.

The survey was done by AVG Technologies and was answered by more than 6,000 children ages 8- to 13-years old from Brazil, Australia, Canada, France, The United Kingdom, Germany, The Czech Republic and the United States.

Results show that 52% of children think their parents spend too much time on their mobile phones. For comparison, 54% of the parents agreed with their children and worried that they were setting a bad example.

The disheartening news is that 32% of the children felt unimportant when their parents used their phones during meal times, conversations, when watching television, and playing outside.

“I do feel like the balance between the degree to which I use my mobile device to stay connected to work and my ability to be more present, available to my family, is quite out of balance,” said one of the parent respondents.

Tony Anscombe, Senior Security Evangelist at AVG Technologies, mentioned another figure to consider. 25% of parents also wished that their child reduced their device usage. With this, he advised parents to lead by example.

“With our kids picking up mobile devices at an increasingly younger age, it is really important that we set good habits within the home, early on,” he said.

“Children take their cues from us for everything else, so it is only natural that they should do the same with device use.”

Sources:
July 2, 2015. “Kids Feel Unimportant to Cell Phone-Addicted Parents”. parenting.com
July 1, 2015. “Children Say They Feel Unimportant When Parents Spend Too Much Time Using Smartphones”. ischoolguide.com
June 29, 2015. “Kids Feel Unimportant when Parents are Distracted by Technology”. educationnews.org

Mudah – mudahan Najmi Yusuf dan in coming baby, kami didik dan layan mereka sepenuh kasih – sayang. Amin…

Salah silap mohon teguran

73_1

Selimutsura@http://www.ayyuhalmuzzammil.wordpress.com |http://www.najmeeqamar.blogspot.com

Saujana Melawati, Kuala Lumpur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s